23.1.19

Mari Belajar Sejarah Pendiri Walt Disney Lengkap Baca Disini

Walter Elias Disney atau lebih dikenal sebagai Walt Disney adalah seorang produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat. Ia terkenal akan pengaruhnya terhadap dunia hiburan pada abad ke-20. Sebagai tokoh pendiri Walt Disney Productions (bersama Roy O. Disney), Disney menjadi salah satu produser film paling terkenal di dunia. seorang penerbit film tersohor di dunia.
Perusahaan yang didirikannya, kini dikenal sebagai The Walt Disney Company, kini memiliki pendapatan tahunan sekitar $35 miliar. Disney terkenal sebagai produser film dan showman, dan juga inovator dalam bidang animasi dan desain taman bermain. Ia dan anak buahnya menciptakan berbagai karakter terkenal dunia, seperti Miki Tikus yang disuarakan oleh Disney sendiri. Ia telah memenangkan 26 Academy Awards dari 59 nominasi. Selain itu, Disney juga meraih 7 Emmy Awards.

DESKRIPSI
KETERANGAN
 Nama Walter Elies Disney
 Lahir 5 Desember 1901.
 Chicago, Illinois, Amerika Serikat
 Meninggal  5 Desember 1966 Usia 65Th.
 Burbank, California, Amerika Serikat
 Pekerjaan 1. Produser film
 2. ko-pendiri The Walt Disney Company.
 (Walt Disney Productions)
 Tahun Aktif  1920-1966

DAFTAR ISI
1. WALT DESNEY
2. KEGAGALAN DESNEY
3. LAHIRNYA MICKEY MOUSE SETELAH KEHILANGAN OSWALD
4. ZAMAN KEEMASAN ANIMASI
5. PENGHARGAAN
6. KEMATIAN



WALT DESNEY

Walter Elias Disney sudah menunjukkan bakatnya sejak umur yang masih sangat muda. Saat usianya masih berusia 4 tahun, Disney sudah mengembangkan minatnya terhadap seni lukis. Salah satu tetatangganya dokter bernama Sherwood membayarnya untuk menggambar kuda miliknya yang bernama Rupert. Saat masih remaja Disney juga menjadi seorang kartunis untuk koran sekolahnya pada masa remaja.

Masa Kecil
Walter Elias Disney dari pasangan Elias Disney dan Flora Call. Nenek moyang Walt Disney beremigrasi dari Gowran, Irlandia. Arundel Elias Disney, kakek buyut Disney, lahir di Kilkenny, Irlandia, pada tahun 1801, dan merupakan keturunan dari Robert d’Isigny, orang Perancis yang berkelana ke Inggris bersama William sang Penakluk tahun 1066. Nama d’Isigny di Anglikanisasi menjadi Disney.

Ayahnya, Elias Disney, pindah dari County Huron, Ontario, ke Amerika Serikat tahun 1878, untuk mencari emas di California, namun akhirnya bertani dengan orang tuanya di dekat Ellis, Kansas hingga tahun 1884. Elias bekerja untuk Union Pacific Railroad dan menikah dengan Flora Call pada 1 Januari 1888 di Acron, Florida.

Keluarga mereka lalu pindah ke Chicago, Illinois, tahun 1890, tempat saudaranya Robert tinggal. Pada tahun 1906, ketika Walt masih berusia empat tahun, Elias dan keluarganya pindah ke peternakan di Marceline, Missouri, tempat saudaranya Roy baru membeli tanah. Di Marceline, Disney mengembangkan minatnya terhadap seni lukis.

Keluarga Disney tetap tinggal di Marceline selama empat tahun sebelum pindah ke Kansas City tahun 1911. Di sana, Walt dan adiknya Ruth masuk ke Benton Grammar School, tempat ia bertemu Walter Pfeiffer. Pfeiffer memperkenalkan dunia vaudeville dan film kepada Walt.

Selanjutnya, Walt menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga Pfeiffer daripada di rumahnya sendiri. Ia mengikuti kursus hari Sabtu di Kansas City Art Institute Selama tinggal di Kansas City, Walt dan Ruth Disney juga sering mengunjungi Electric Park.

Masa Remaja
Pada tahun 1917, Elias membeli saham di pabrik jelly O-Zell di Chicago, lalu memindahkan keluarganya kembali ke kota itu. Pada tahun yang sama, Disney mula belajar di McKinley High School dan mula menghadiri kursus malam di Chicago Art Institute. Disney menjadi seorang kartunis untuk koran sekolahnya.

Karya-karya kartunnya berbau patriotik, berfokus pada Perang Dunia I. Disney dikeluarkan dari sekolah pada usia 16 tahun, lalu mencoba bergabung dengan Angkatan Bersenjata AS, tetapi ditolak kerana belum cukup umur.

Setelah ditolak, Walt bersama salah seorang temannya bergabung dengan Palang Merah. Setelah bergabung dengan Palang Merah, Walt dikirim ke Perancis selama setahun sebagai sopir ambulans.

Pada tahun 1919, Walt yang hendak mencari pekerjaan di luar pabrik jelly O-Zell di Chicago, pindah kembali ke Kansas City untuk memulakan karier seninya. Setelah mempertimbangkan untuk menjadi aktor atau artis koran, ia memutuskan untuk bekerja di koran, melukis karikatur politik atau strip komik.

Sayangnya, tidak ada satupun yang ingin mempekerjakannya sebagai pelukis maupun sopir ambulans. Saudaranya, Roy, yang bekerja di sebuah bank di Kansas City, membuat Walt mendapat pekerjaan sementara di Pesmen-Rubin Art Studio dari rekan kerja Roy.

Di Pesmen-Rubin, Disney membuat iklan untuk surat kabar, majalah, dan bioskop. Di sinilah ia bertemu dengan kartunis Ubbe Iwerks. Setelah berakhirnya kerja sementara di Pesmen-Rubin, mereka berdua tidak memiliki pekerjaan, lalu memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri.

Pada Januari 1920, Disney dan Iwerks mendirikan perusahaan yang bernama “Iwerks-Disney Commercial Artists”. Sayangnya, perusahaan itu tidak berusia lama, dan Disney pergi sementara untuk memperoleh uang di Kansas City Film Ad Company, yang selanjutnya diikuti oleh Iwerks yang tidak mampu menjalankan bisnisnya sendiri.

Ketika bekerja di Kansas City Film Ad Company, tempat ia membuat iklan berdasarkan cutout animation, Disney mengembangkan minatnya dalam bidang animasi, lantas ingin menjadi animator. Ia diperbolehkan oleh pemilik Ad Company, A.V. Cauger, untuk meminjam kamera dari tempat kerjanya untuk uji coba di rumah.

Setelah membaca buku Edwin G. Lutz yang berjudul Animated Cartoons: How They Are Made, Their Origin and Development, ia melihat animasi lebih menjanjikan bagi masa depannya dibanding cutout animation yang dikerjakannya untuk Cauger. Akhirnya, Walt hendak membuka bisnis animasi sendiri, lalu merekrut seorang rekan kerja dari Kansas City Film Ad Company, Fred Harman, sebagai pekerja pertamanya.

Walt dan Harman kemudiannya berhasil membuat persetujuan dengan pemilik bioskop setempat Frank L. Newman, tokoh yang dikenal sebagai “showman” paling terkenal di kawasan Kansas City pada saat itu, untuk menyiarkan kartun yang berjudul “Laugh-O-Grams” di bioskop tersebut.

||TOP||


KEGAGALAN DESNEY

Setelah ditolak dimana-mana akhirnya Walt Disney memutuskan untuk mendirikan bisnis animasnya sendiri. Ia bahkan membuat persetujuan dengan pemilik bioskop setempat. Walt Disney sempat berhasil menyiarkan kartun “Laugh-O-Grams”. Sayangnya saat itu Disney malah terlilit hutang karena manajemennya keuangannya yang begitu buruk.

Dengan tajuk “Newman Laugh-O Grams,” kartun Disney menjadi populer di Kansas City. Dari keberhasilan mereka, Disney mampu membeli studio sendiri dan merekrut banyak animator, termasuk adik Fred Harman Hugh Harman, Rudolf Ising, dan sahabat Disney Ub Iwerks. Sayangnya, karena gaji karyawan yang tinggi, Walt tidak mampu mengurus keuangan dengan baik. Akibatnya, studionya dililit hutang dan bangkrut. Disney lalu mendirikan studio di Hollywood, California.

Disney dan saudaranya mengumpulkan uang untuk mendirikan studio kartun di Hollywood. Ia memerlukan distributor untuk kartun barunya Alice Comedies yang mulai dibuatnya di Kansas City. Disney mengirim cetakan yang belum selesai ke distributor New York Margaret Winkler. Winkler membalas Disney bahwa ia berminat untuk mengedarkan film tersebut.

Virginia Davis (bintang live-action Alice’s Wonderland) dan keluarganya pindah dari Kansas City ke Hollywood atas permintaan Disney, begitu pula Iwerks dan keluarganya. Ini merupakan awal dari Disney Brothers’ Studio yang terletak di Hyperion Avenue di distrik Silver Lake, tempat studio tetap berdiri hingga tahun 1939. Pada tahun 1925, Disney mempekerjakan seorang perempuan muda yang bernama Lillian Bounds untuk melukis seluloid animasi. Pada tahun yang sama, mereka berdua menikah.

Serial terbaru Alice Comedies yang dibintangi oleh Dawn O’Day, Margie Gay dan Lois Hardwick sukses. Pada saat serial akan berakhir tahun 1927, tumpuan lebih banyak dilakukan pada karakter animasi, terutama kucing bernama Julius yang mirip dengan Felix the Cat.

Pada Februari 1928, Disney pergi ke New York untuk merundingkan kenaikan bayaran dari Mintz. Disney terkejut ketika Mintz menyatakan bahwa ia tidak hanya akan menurunkan bayaran yang ia berikan pada Disney, tetapi juga memegang animator utamanya, seperti Harman, Ising, Maxwell, dan Freleng (kecuali Iwerks yang menolak meninggalkan Disney).

Dibawah kontraknya dan akan membuka studionya sendiri jika Disney tidak menerima pengurangan biaya. Universal Studios, bukan Disney, memiliki trademark Oswald, dan dapat membuat film tanpa Disney. Disney menolak tawaran Mintz dan kehilangan banyak karyawannya.

Setelah ditinggalkan oleh karyawannya, Disney sekali lagi bekerja sendiri. Perlu waktu 78 tahun bagi perusahaan Disney untuk mendapatkan kembali hak karakter Oswald.

||TOP||


LAHIRNYA MICKEY MOUSE SETELAH KEHILANGAN OSWALD

Setelah kehilangan Oswald, Walt Disney kembali mengembangkan karakter baru. Ya! Dari sini lah Mickey Mouse lahir, karakter yang sangat dekat dengan masa kecil ini ternyata lahir dari sebuah kegagalan.

Mickey Mouse lahir di tahun 1928 dan masih bertahan sampai saat ini. Setelah kembali kehilangan hak miliknya yakni karakter Oswald yang diciptakan sesudah karya Alice Comedies, Disney mengembangkan karakter baru sebagai penggantinya yakni Mickey Mouse!

Film animasi pendek pertama yang menampilkan Miki merupakan film bisu yang berjudul Plane Crazy. Setelah gagal mendapatkan distributor untuk Plane Crazy atau The Gallopin’ Gaucho, Disney akhirnya membuat kartun dengan suara yang berjudul Steamboat Willie.
Plane Crazy
Disney lalu mulai merilis kartun melalui perusahaan seorang wiraswasta yang bernama Pat Powers. Akhirnya Steamboat Willie sukses, dan Plane Crazy, The Galloping Gaucho, dan semua kartun Miki selanjutnya dirilis dengan soundtrack. Disney sendiri mengisi menyediakan efek vokal untuk kartun-kartun awalnya dan mengisi suara Miki Tikus hingga tahun 1946.

Setelah dirilisnya Steamboat Willie, Walt Disney terus berhasil menggunakan suara pada kartun-kartun selanjutnya. Miki lalu mengalahkan Felix the Cat sebagai tokoh kartun paling populer di dunia. Pada tahun 1930, Felix, walaupun bersuara juga, pudar dari latar karena film kartun bersuaranya gagal menarik perhatian. Popularitas Miki lalu meningkat tajam pada awal tahun 1930-an.

Mengikut jejak serial Miki Tikus, serial kartun musikal yang berjudul Silly Symphonies dirilis tahun 1929. Judul pertama dalam serial ini adalah The Skeleton Dance, yang dilukis dan dianimasi sepenuhnya oleh Iwerks, yang juga melukis banyak kartun Disney pada tahun 1928 dan 1929. Walaupun kedua seri disambut baik, studio Disney berasa bahwa pembagian keuntungan dengan Pat Powers tidak adil. Pada tahun 1930, Disney menandatangani persetujuan distribusi baru dengan Columbia Pictures.

Iwerks terpikat oleh Powers agar membuka studio sendiri dengan kontrak eksklusif. Iwerks mengeluarkan seri Flip the Frog dengan kartun berwarna-nya “Fiddlesticks”. Iwerks juga membuat dua seri kartun lain, yaitu Willie Whopper dan Comicolor. Pada tahun 1936, Iwerks menutup studionya untuk bekerja dalam berbagai proyek yang berhubungan dengan teknologi animasi. Iwerks kembali ke Disney pada tahun 1940, lalu merintis beberapa proses film dan teknologi animasi khusus.

Pada tahun 1932, Miki Mouse menjadi watak yang populer, tetapi Silly Symphonies tidak sesukses Miki. Pada tahun yang sama, Disney bersaing dengan kartun Max Fleischer, Betty Boop, yang semakin populer di kalangan penonton. Fleischer dianggap sebagai pesaing utama Disney pada 1930-an, Sementara itu, Columbia Pictures berhenti mengedarkan kartun Disney dan digantikan oleh United Artists.

Pada akhir tahun 1932, Herbert Kalmus yang baru saja menyelesaikan kamera three-strip technicolor, mendekati Walt dan meyakinkannya untuk membuat kembali film Flowers and Trees yang awalnya hitam putih menjadi three-strip Technicolor. Flowers and Trees sukses dan memenangkan Academy Award for Best Short Subject: Cartoons tahun 1932.
Silly Symphonies
Setelah dirilisnya Flowers and Trees, semua kartun Silly Symphonies selanjutnya menjadi berwarna. Disney juga berhasil menegosiasikan persetujuan dua tahun dengan Technicolor, memberikannya hak untuk menggunakan three-strip Technicolor.

Melalui Silly Symphonies, Disney juga membuat kartunnya yang paling sukses, The Three Little Pigs, pada tahun 1933. Kartun ini ditayangkan di bioskop selama berbulan-bulan, dan juga menampilkan lagu hit yang menjadi lagu bagi Depresi Besar, yaitu “Who’s Afraid of the Big Bad Wolf”.
Who's Afraid of the Big Bad Wolf

||TOP||


ZAMAN KEEMASAN ANIMASI

Setelah pembuatan dua seri kartun, Disney segera mulai merencanakan film fitur pada 1934. Ketika industri film mengetahui rencana Disney untuk mengadaptasi cerita Putih Salju menjadi film fitur animasi, mereka mentertawakan rencana Disney sebagai “Disney’s Folly” (Kebodohan Disney) dan yakin bahwa proyek ini akan menghancurkan Disney.
Snow White
Lillian dan Roy juga membujuk Disney agar melupakan hasrat itu, namun Disney tetap ingin melanjutkan usahanya. Ia mempekerjakan profesor Don Graham dari Chouinard Art Institute untuk memulai latihan untuk pekerja studio, berlandaskan Silly Symphonies sebagai platform untuk menguji animasi manusia realistik, animasi watak tersendiri, special effect, dan penggunaan proses-proses dan peralatan khusus seperti kamera multiplane.

Segala usaha pengembangan dan latihan ini digunakan untuk mengangkat mutu studio agar mampu memberikan mutu yang dikehendaki oleh Disney. Film yang berjudul Snow White and the Seven Dwarfs diproduksi dari tahun 1934 hingga pertengahan tahun 1937, ketika studionya kehabisan dana. Untuk mendapatkan pembiayaan untuk menyiapkan film Snow White, Disney terpaksa meminjam di Bank of America, lalu berhasil mendapatkan uang yang diperlukannya.

Setelah disiapkan, film tersebut ditayangkan di Carthay Circle Theater pada 21 Desember 1937; pada akhir film, para penonton berdiri sambil memberikan tepuk tangan kepada Snow White and the Seven Dwarfs. Snow White, film animasi buatan Amerika Serikat dan Technicolor yang pertama, dirilis pada Februari 1938 setelah tercapainya persetujuan pengedaran baru dengan RKO Radio Pictures. Film ini menjadi film yang paling berhasil pada tahun 1938 setelah memperoleh lebih $8 juta dalam tayangan pertamanya.

Keberhasilan film Snow White memangkinkan Disney untuk membangun kampus baru bagi Walt Disney Studios di Burbank, yang dibuka pada 24 Desember 1939. Snow White bukan saja menandakan puncak keberhasilan Disney, tetapi juga memulai zaman yang dikenal sebagai Zaman Keemasan Animasi bagi Disney.

Seluruh pekerja animasi film fitur, setelah menyiapkan film Pinocchio, melanjutkan pekerjaan untuk film Fantasia dan Bambi, serta tahap awal produksi Alice in Wonderland dan Peter Pan.

Pinocchio
Fantasia
Bambi
Alice In Wonderland
Peter Pan

Sementara pekerja film pendek meneruskan pekerjaan mereka untuk kartun Miki, Donal, Gufi dan Pluto, sambil mengakhiri seri Silly Symphonies. Animator Fred Moore mendesain ulang Miki Tikus pada akhir 1930-an, ketika Donal Bebek semakin populer di kalangan penonton dibanding Miki.

Film Pinocchio dan Fantasia mengikut jejak Snow White and the Seven Dwarfs ke bioskop pada tahun 1940, tetapi keduanya dalam hal keuntungan kurang memuaskan. Film Dumbo yang tidak terlalu mahal awalnya dirancang sebagai sumber pendapatan, tetapi ketika film ini diproduksi, banyak animator studio berdemo, lantas menegangkan hubungan antara Disney dan artisnya dalam jangka waktu yang lama.

||TOP||


PENGHARGAAN

Academy Award
1932: Best Short Subject, Cartoons untuk: Flowers and Trees (1932)
1932: Honorary Award untuk: pembuatan Miki Tikus.
1934: Best Short Subject, Cartoons untuk: Three Little Pigs (1933)
1935: Best Short Subject, Cartoons untuk: The Tortoise and the Hare (1934)
1936: Best Short Subject, Cartoons untuk: Three Orphan Kittens (1935)
1937: Best Short Subject, Cartoons untuk: The Country Cousin (1936)
1938: Best Short Subject, Cartoons untuk: The Old Mill (1937)
1939: Best Short Subject, Cartoons untuk: Ferdinand the Bull (1938)
1939: Honorary Award for Snow White and the Seven Dwarfs (1937)
1940: Best Short Subject, Cartoons untuk: Ugly Duckling (1939)
1941: Honorary Award untuk: Fantasia (1940)
1942: Best Short Subject, Cartoons untuk: Lend a Paw (1941)
1943: Best Short Subject, Cartoons untuk: Der Fuehrer’s Face (1942)
1949: Best Short Subject, Two-reel untuk: Seal Island (1948)
1949: Irving G. Thalberg Memorial Award
1951: Best Short Subject, Two-reel untuk: Beaver Valley (1950)
1952: Best Short Subject, Two-reel untuk: Nature’s Half Acre (1951)
1953: Best Short Subject, Two-reel untuk: Water Birds (1952)
1954: Best Documentary, Features untuk: The Living Desert (1953)
1954: Best Documentary, Short Subjects untuk: The Alaskan Eskimo (1953)
1954: Best Short Subject, Cartoons untuk: Toot Whistle Plunk and Boom (1953)
1954: Best Short Subject, Two-reel untuk: Bear Country (1953)
1955: Best Documentary, Features untuk: The Vanishing Prairie (1954)
1956: Best Documentary, Short Subjects untuk: Men Against the Arctic
1959: Best Short Subject, Live Action Subjects untuk: Grand Canyon
1969: Best Short Subject, Cartoons untuk: Winnie the Pooh and the Blustery Day

Penghargaan lainnya
1.Terdapat bintang bagi Walt Disney di Anaheim walk of stars, dan dua bintang di Hollywood Walk of Fame
2.Congressional Gold Medal pada 24 Mei 1968
3.Légion d’Honneur di Perancis tahun 1935
4.Medali khusus dari Liga Bangsa-Bangsa untuk pembuatan Miki Tikus tahun 1935
5.Presidential Medal of Freedom pada 14 September 1964.
6.Termasuk dalam California Hall of Fame di The California Museum for History, Women, and the Arts
7.Planet 4017 Disneya dinamai dari Walt Disney
8.Gedung Konser Walt Disney di Los Angeles, California, didirikan untuk menghormatinya

||TOP||


KEMATIAN

Pada akhir 1966, Disney dijadwalkan menjalani operasi leher akibat cedera lama dari bermain polo. Pada 2 November 1966, selama operasi, dokter di Providence St. Joseph Medical Center mendapati bahwa Disney mengidap tumor di paru-paru kirinya. Lima hari kemudian, Disney kembali ke rumah sakit untuk operasi, tetapi tumor telah menyebar.

Disney kemudian diberitahu bahwa hidupnya hanya tinggal enam bulan lagi. Pada 30 November 1966, Disney roboh di rumahnya, tetapi berhasil diselamatkan oleh paramedis, lalu dibawa kembali ke rumah sakit, tempat ia menghembuskan napas terakhirnya pada 15 Desember 1966, pukul 09.30 pagi, sepuluh hari setelah ulang tahunnya yang ke-65.

Jenazahnya dikremasi pada 17 Desember 1966, lalu abunya disimpan di Forest Lawn Memorial Park di Glendale, California. Setelah kepergian Walt Disney, Roy Disney menguasai sepenuhnya Walt Disney Productions dan WED Enterprises.

||TOP||

Previous Post
Next Post

0 komentar:

close