11.5.19

Sains - Robot Burung Kolibri AI Pengganti Drone ??

Sebelum ke pembahasan, teman-teman tau kan apa itu burung Kolibri ?
Kolibri adalah burung kecil dengan panjang 6,4 cm dan berwarna cerah yang sebagian besar hidup di Amerika Utara dan Amerika Selatan.

robot ai berbentuk burung kolibri


Peneliti Universitas Purdue telah merekayasa robot terbang yang berperilaku seperti kolibri, dilatih oleh algoritma bahasa mesin berdasarkan berbagai teknik yang digunakan burung secara alami setiap hari.

Kolibri ini di design agar dapat ramah dengan lingkungan sekitar. robot ini konon akan dapat bermanuver dengan lebih baik melalui bangunan yang runtuh dan ruang berantakan lainnya untuk menemukan korban yang terperangkap. Serta lebih bebas bermanuver daripada sebuah drone

Robot terbungkus dalam shell dekoratif.
(Foto Universitas Purdue / Jared Pike)
“Robot pada dasarnya dapat membuat peta tanpa melihat sekelilingnya. Ini bisa membantu dalam situasi ketika robot mungkin mencari korban di tempat gelap - dan itu berarti satu sensor lebih sedikit untuk ditambahkan ketika kita memberi robot kemampuan untuk melihat, "
kata Xinyan Deng, seorang profesor teknik mesin di Purdue.

Video Universitas Purdue / Lab Bio-Robotika
Robot-robot tersebut memiliki tubuh yang dicetak 3D, sayap yang terbuat dari serat karbon dan membran dengan berat 12gram, Robot burung kolibri dapat mengangkat lebih dari beratnya sendiri, hingga 27 gram.

Merancang robot berukuran kecil dengan daya angkat lebih besar sangatlah rumit, dengan itu peneliti mencoba menambah baterai, mendesain struktur tubuh untuk mengendalikan setiap sayap secara independen, merancang kelopak otot untuk menambah hentakan pukulan setiap sayap sehingga memiliki kinerja maksimum pada berat minimal." kata Deng (seorang peneliti).

Simulasi teknologi tersedia secara open-source bisa anda dapatkan di GitHub.

Percobaan burung kolibri ini masih Tahap awal. Peneliti Universitas Purdue bekerja sama dengan kelompok Bret Tobalske di University of Montana, dan didukung secara finansial oleh National Science Foundation.

Para peneliti akan mempresentasikan karya mereka pada 20 Mei di Konferensi Internasional IEEE 2019 tentang Robotika dan Otomasi di Montreal.

Previous Post
Next Post

0 komentar:

close